Dolar Naik, Terangkat Oleh Kenaikan Imbal Hasil Obligasi AS


Dolar naik terhadap sekerajang mata uang pada hari Selasa dari level terendah lebih dari seminggu karena harapan untuk meredanya ketegangan perdagangan global mendorong imbal hasil obligasi AS lebih tinggi. 

Indeks dolar terhadap enam mata uang utama naik hampir 0,1 persen menjadi 92.647, naik dari 92.243 pada hari Senin, yang merupakan level terendah sejak 2 Mei. 

Greenback, yang mencapai puncak indeks empat bulan di 93,416 pekan lalu, telah kehilangan tenaga setelah data harga konsumen AS bulan April yang lemah menimbulkan keraguan apakah Federal Reserve AS akan menaikkan suku bunga sebanyak empat kali pada 2018. 

Euro naik 0,1 persen menjadi $ 1,1932, tetapi tetap di bawah level tertinggi Senin $ 1,1996, yang merupakan level tertinggi mata uang bersama Eropa sejak 3 Mei. 

Mata uang tunggal tersebut menguat dalam waktu singkat pada Senin setelah anggota dewan Bank Sentral Eropa Francois Villeroy de Galhau mengatakan ECB dapat memberikan panduan baru terkait waktu kenaikan suku bunga pertama seiring akhir dari pembelian obligasi semakin dekat. 

Terhadap yen, dolar naik 0,1 persen menjadi 109,72. 

Mata uang utama menunjukkan reaksi terbatas terhadap data ekonomi China terbaru, yang secara keseluruhan menunjukkan tanda-tanda perlambatan lebih lanjut dalam momentum ekonomi. 

Investor pekan ini fokus pada pidato pejabat Fed, serta indikator ekonomi seperti data penjualan ritel AS yang akan dirilis pada hari Selasa.

Kategori : Fundamental